Kamis, 03 Maret 2011

sains

Sains sebagai metode pendekatan diri pada Allah dan kebangkitan umat Islam




—gimana ya, lha wong masih ada yang mendikotomikan sains adalah duniawi yang berseberangan dengan spiritual agama–
–emang telah terjadi sekularisasi sains dan agama oleh ilmuwan barat sebagai pengembang sains modern, karena agama yang berkembang di barat saat itu selalu berseberangan dengan kenyataan yang ada dalam sains—-

Dalam karya buku-nya Falsafah Hidup, Buya Hamka pada tahun- tahun menjelang kemerdekaan 1940, sudah mengajak kita dalam ber-islam dengan Islam yang “menggairahkan hidup” untuk dunia dan akherat. Berislam bukan berarti meninggalkan keduniaan, kemajuan dan kemodernan. Buku ini seolah mengajak Bangsa Indonesia, tuk bangkit dari keterpurukan bangsa, mengubah paradigma hidup dengan tetap semangat tauhid. Maka dalam buku ini banyak diuraikan dari apa itu sesungguhnya hidup, bagaimana hidup, untuk apa hidup yang memakmurkan bumi ini dengan berawal melihat potensi-potensi diri manusia.
Dengan berpijak dari Al-qur’an kita di bawa kepada banyaknya ayat-ayat yang mengajak kita tuk berpikir, menalar, mengamati, merenung. membaca dengan nama Tuhan-Mu. Yaitu aktifitas -aktifitas yang menggunakan akal sebagai nikmat terbesar manusia, yang membedakan manusia dari makhluk2 lainnya. Antara lain : “Sesungguhnya di balik kejadian langin dan bumi, dan bergantianya malam dan siang.Terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ali-Imran 190). Merupakan kelanjutan penjelasan apa itu filsafat, filsafat penting untuk hidup, ada filsafat barat yang berpijak pada kebebasan dan filsafat umat Islam yang berpijak pada ayat-ayat Al-Qur’an .
Dalam buku tersebut juga diulas bagaimana hubungan akal dan ilmu pengetahuan. Manusia yang berilmu pengetahuan akan lebih dari manusia lainnya. Kita diperintahkan untuk menuntut ilmu, dari lahir hingga liang lahat. kemanapun, kalau perlu sampai negeri China. Semangat inilah yang mengilhami filosof dan ilmuwan2 Islam di era keemasan Peradaban Islam 800-1200 M. Para Ilmuwan islam melakukan pengamatan, penilitian, penalaran ilmu pengetahuan, dari benda-benda dan peristiwa alam, dengan spirit Al-Qur’an. Atas dasar perintah dan inspirasi ayat-ayat Al-Qur’an. Mensykuri nikmat Nya. Puji Syukur kehadirat Allah pencipta, pemelihara dan penyempurna alam semesta (Alhamdulillahirabbil’alamin).
Apa sesungguhnya Sains dan bagaimana realitas sekarang.
Menurut Prof Baiquini dari UI, dalam bukunya ” Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern”
Sains atau ilmu pengetahuan adalah himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui proses pengkajian yang dapat diterima oleh rasio/dinalar , yang dapat diperiksa berulang-ulang dalam waktu berbeda dan oleh orang yang berbeda. Jadi sains itu milik kolekstif manusia. Fenomena-fenomena alamiah yang berulang di sebut dengan hukum-hukum alam, atau sunatullah, ketetapan dari Allah. Maka sains adalah melakukan pengamatan dan pengukuran terhadap benda-benda alam melalui hukum-hukum alam dalam bentuk peristiwa dan hukum kimia, fisika dan biologi. Yang rangkaian lebih lanjut dalam bentuk ilmu pengembangan seperti astronomi, geologi, dan sebaginya. Dalam pengamatan sains juga di lakukan pengukuran-pengukuran terhadap besaran-besaran fisika, kimia dan biologinya, sehingga didapatkan data kuantitatif lalu di matematiskan. Dari Penelitian yang terus berkembang dari jaman ke jaman yang diikuti perkembangan peralatan dan metode sains pun terus berkembang. Dari induktif, karena dimatematiskan dan formulakan, maka terus jadi deduktif.

Maka sains aktifitasnya banyak menggunakan potensi akal manusia dengan pembuktian rasional dan empiris.
Sedang tentang teknologi, adalah penerapan sains secara sistematis untuk mempengaruhi alam di sekeliling kita dalam suatu proses produktif ekonomis untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia.Dari teknologi dan perkembangannya inilah nanti bergerak ke industrialisasi, globalisasi dan kapitalisasi serta sistem ekonomi dan peradaban lainnya.
Paradigma sains modern
Sains yang berkembang sekarang adalah sains barat. Yang berangkat dari filsafat Yunani yang melahirkan konsep2 sains materialistik. Terus mulai berkembang di tahun 1400-1500, era renaisance ketika di mulai oleh Copernicus mengungkapkan gagasan sistem astronomi/tatasurya dari geosentris ke heliosentris. Terus berkembang teori astronomi harus memberi manfaat pada manusia, misal navigasi.Oleh Galileo Peristiwa sains bisa dan harus dieksperimenkan, untuk pembuktian dan membuat kesimpulan dan formula. Untuk mengembangkan sains tentang alam semesta ini harus menjadikan alam ini seperti materi mekanik yang kemudian dianalisa dan formulakan. Alam , termasuk tumbuhan, hewan dan jasad manusia adalah material empiris. Di balik itu ada spiritual agama. Sains adalah hal-hal yang rasional dan empiris, di sisi lain adalah spritual agama yang tidak empiris. Inilah gagasan Rene Descrates, yang mengawali konsep Sekularisme. Paradigma inilah yang membekali perkembangan sains, teknologi, industrialisasi dan berkembang ke kapitalisme maupun era globalisasi saat ini. Sehingga tidak hanya sains, rantai perkembangannya juga merupakan hal yang terpisah dari spritualitas Agama. Hal ini bisa dimaklumi, karena saat itu nilai dan dogma agama yang ada ( Khatolik) banyak bertentangan dengan realitas empiris sains.

Sains Modern masuk dunia dunia Islam.
Negara-negara berkembang di asia-afrika, yang sebagian besar Muslim. dalam proses penjajahan Barat ke timur, berjumpalah dgn sains dan teknologi modern. Apa ini, apa itu. Product kafir nich dan sebagainya secara sederhananya seperti itu. Sains modern itu di tolak karena bid’ah, diterima sebagai dikotomi ilmu non agama ( sekuler), atau diterima dengan hangat karena sains modern ini sesungguhnya sains Islam??? Jawaban dan sikap umat Islam terhadap pertanyaan ini pulalah yang memunculkan kelompok2 pemahaman berIslam di internal Islam.

Sains Modern adalah Sains Islam
Kalau kita baca sejarah panjang, kalau kita baca dan amati realitas sains modern saat ini, kalau kita baca secara mendalam Al-Qur’an. Maka sains modern ini adalah apa yang ada di Al-Qur’an, kelanjutan dari rintisan generasi awal umat Islam yang telah lama dalam kegelapan peradaban.Kalau kita cermati teory relatifitas Einstain, teori big bang alam semesta, perkembangan bayi di rahim, peristiwa geologi, proses sisrkulasi air, awan. susunan tata surya, semuanya sinergi dengan Al-Qur’an .Semakin kita memahami sains, semakin kita menemui kebenaran Al-Qur’an.Semakin yakin dan berimanlah kita pada kebenaran Al-Qur’an. Alhamdulillah subhanallah allahuakbar, alam dan kejadian-kejadian alam yang kita baca dari sains, kita nikmati manfaatnya melalui teknologi. Semuanya ini ada yang menciptakan dan mengatur keseimbangannya . Alhamdulillahirabbil’alamin. Allah pencipta , pemelihara dan penyempurna alam semesta.

Maka dalam sejarah sains modern dan dalam sejarah peradaban umat Islam. Tersebutlah tokoh2 ilmuwan (saintist) yang sampai sekarang karyanya masih menjadi acauan kita baik di bidang matematika, fisika, kimia, biologi astronomi maupun kedokteran. Yang dasar-dasarnya banyak dilahirkan dan kembangkan umat Islam di tahun 750-1450 M. Sebut saja misal Al-Khawarizmi sang penggagas al-jabar. trigonometri, konsep angka desimal ( penemu konsep angka "0"), juga Ibnu Sina dengan Al-Qanun fi Attib ( di Barat disebut Avecina dgn The Cannonnya) , Ibnu Majid ( penemu kompas n navigator), Al-Biruni (penemu gaya gravitasi), Ibnu Haitsam ( penemu ilmu optik), alkindi yang merangkum banyak sains modern. Ya, memang era itu Khalifah yang berkuasa proaktif memfasilitasi para ilmuwan untuk lahir, tumbuh dan berkembang dengan didasari oleh Ayat-ayat Al-Qur'an tentang alam semesta ini.
Semua Saintist Islam klasik, berpendapat bahwa semua benda alam, peristiwa alam dan product sains, menjadikannya berucap bahwa ” Semua ini ada yang mencipta dan Mengatur. Semuanya diciptakan Allah dengan tiada sia-sia.dan jauhkanlah kami dari api neraka”.
Kebangkitan Islam adalah kebangkitan umat Islam dalam menguasai sains dan teknologi.
Ada anekdot, dunia barat maju karena meninggalkan agamanya. Dunia Islam maju ketika kembali ke Al-Qur'an. Ini tepat sekali, karena kemajuan yang dimaksud adalah kemajuan peradaban manusia dan memakmurkan bumi ini yang sejarah telah membuktikan seirama dengan kemampuan manusia dalam menggunakan dan mengembangkan teknologi yang berangkat dari penguasaan sains modern. Sementara ada kenyataan sejarah bahwa sains modern ada benturan dengan injil dan bibble, sementara dengan Al-Qur'an tidak ada benturan bahkan sama. Menjadi pembuktian kebenaran terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang selama ini belum dipahami tafsirnya. Maka baca, pahami dan galillah kembali Al-Qur'an yang terkait dengan sains dan teknologi lalu menerapkan dalam kehidupan ini secra well organize.
Ketika sains n teknologi dilahirkan dengan meninggalkan agama, maka lahirlah paham sekularisme, mendikotomikan urusan dunia dan agama. Demikianlah sejarah yang terjadi. Tetapi berbeda dengan para saintist modern klasik oleh umat Islam, yang berangkatnya dari agama ( dari ayat-ayat Al-Qur'an) , maka pembelajaran karena syukur dan menguasaan sains berujung pada Subhanalloh. Karena segalanya diciptakan dan dipelihara Allah dengan rapinya. Maha Besar Allah. Menjadi manusia yang tidak sombong dan menjaga akhlakul kharimah kepada sesama dan alam semesta ini.
Manusia atau suatu kaum akan dihargai dan dipercaya yang lainnya , kalau manusia atau kaum tersebut terbukti nyata memberikan kemanfaatan dan kebaikan. Yaitu dengan ilmu dan akhlak yang baik. Dan era modern spt ini, umat Islam kalau mau dihargai dan dipercaya umat2 lain, Selain nilai akhkaknya yang baik ( yang menjadi inti beragama) adalah juga menghasilkan sains n teknologi yang memberikan manfaat umat Islam dan yang lainnya. Rahmatan lil alamin. Dengan penguasaan sains dan teknologi pula, umat islam menjadi tambah bermartabat dan kuat. Sehingga tidak seenaknya kaum lain yang jahat atau musuh-musuh Islam dalam bersikap terhadap umat Islam.
Bahkan kalau harus dengan kekuatan politik n ekonomi, dengan sains dan teknologi yang kuat pulalah kalau ingin politik dan ekonomi kuat. Pelajaran sejarah, jangan berharap efektif untuk merebut kekuatan politik dan ekonomi, apalagi nantinya untuk menstabilkan dan mempertahankan diera modern ini tanpa kekuatan sains dan teknologi. Seperti janji Allah, bahwa manusia yang berilmu akan dinaikkan dejaratnya . Semoga umat Islam yang dalam mempelajari sains dan teknologinya di bekali dalam Al-Qur'an, tidak terus menjadi object ( konsumen) product sains dan teknologi , tapi harus justru menjadi subject (produsen) sains dan teknologi ini.
Maka sebuah amanah besar buat kita umat Islam, untuk melakukan internalisasi kembali nilai-nilai Islam ( Al-qur’an) ke dalam sains dan teknologi modern yang sudah berkembang, yang dasarnya juga oleh umat Islam. Dan paralel umat Islam, kembali melahirkan sains n teknologi baru dengan dasar-dasar dan spirit Al-Qur’an. Maka teknologi dan industrialisasinya pun untuk kemaslahatan umat. Untuk syukur pada Allah, jalankan perintah Allah sbg khalifah di bumi. Sains, teknology dan industri bukan semata untuk aktifitas materi dan ekonomi duniawi semata.(HRW-0109)
wassalam,
Heru Widiyanto




Cerita , kala Sabtu pagi, 24 Jan 09 di MAA...
Karena ada perlu, sabtu ini 24 Januari 2009 saya bsa mampir di MAA tercinta tuk subuh di sini, walau telat jamaahnya. Tapi setelahnya sempat sedikit ngobrol dengan marbot Madun, yang intinya spt biasa sabtu pagi masih seperti dulu , jam 6 - 7 pada main bola. " ayo main, dah lama ustad gak gabung". ( emang bebrapa marbot n satpam suka ngledeki dengan manggil ustad). Iya ternyata dah lama saya nggak gabung main bola ini, bareng dengan marbot, tukang parkir, satpam, muazin dan imam MAA. Dulu beberapa kali dan sering gabung main bola sabtu pagi ini.
Ternyata di mobil, masih lengkap celana-kaos-sepatu olah raga nya ( rencana tuk futsal dgn teman2 kantor yang gak jadi), maka langsung meniatkan ikut main. Masih ada 1 jam , untuk tidur dululah, krn masih ngantuk. Duh karpet MAA baru, nyaman tuk tidur nich. Tapi gak boleh, biasanya satpam nglarangnya " mas ngasih contoh yang lain ya"...iya dech...akhirnya ke mana lagi, ke Sekre YISC , walau tampaknya dah ada yang duluan tidur. Bener dah luama buanget , nggak tidur di sekre.
Saya pikir siapa yang tidur di sekre, tentu anggota yang mungkin saya dah gak kenal. Halah ternyata si Amri, masih Amri aja yang tidur di Sekre nich. Teringatlah dulu waktu masih aktif di YISC, sekre nya 24 jam selalu ada orang, sampai kuncinya gak ada. Selain ada beberapa penginap tetap, juga yang lainnya saling bergantian nginep di sekre ini. Termasuk saya, hampir pasti tiap Jumat malam dan sering di sabtu malam. Ya dulu, selain Jumat malam padat acaranya, sabtu pagi adalah agenda tuk silaturahmi di lingkungan MAA, dengan marbot, imam -muazin, satpam, tukang parkir, pengurus masjid, pengurus YPI, semuanya di puteri bergantian. Sampai dzuhur, abis dzuhur biasanya ada Rapat dengan pengurus Masjid ( hampir selalu proaktif hadir), dan setelah asar ada Forum Dialog yang bergantian dengan Kajian Tafsir.

Yang pasti bisa langsung tidur , dan terbangun jam 6.30 tuk segera gabung di lapangan. Ternyata lengkap, rumputnya tebal, gawang dipendekkan jadi nggak terlalu capek. Wah Bang Bukhori , karena terbisa jadi imam ( yang selalu di depan), mainnya juga jadi striker n nggandul terus ( bahasa semarang tuk Offside position). Walau hanya 20 menit, pagi ini lumayan berkeringat dan menyenangkan. Sabtu depan, meniatkan tuk datang lagi...nggak bayar....daripada futsal, bayar 300 ribu...he..he..

Selesai beres2 ke Sekre lagi, mau nglurusin kaki n nemui Amri. " Mas ikut futsal YISC aja, gabung saya dan nanti cari team lagi" kata Amri. Nanti aja mri, yang juara kita tantang ..ha..ha... ( asal nggak Usep aja)...Aku ke sekre sebenarnya cari betadine, tapi ternyata di kotak P3Knya nggak ada betadine ( n gak mungkin aku kasih Neosep or sirup Tolak Angin kan...he..he)...tapi gak papa, krn aku ingat di mobil ada. Firzi, sory ya aku buka2 kotak P3K nya.
Tertengoklah ke Mading, ada amplop untuk Heru Widiyanto...o iya...baru sadar ada titipan dari Bang Yusran ( Putra Pak Rusydi Hamka, berrati cucu Buya Hamka), yaitu daftar harga Buku2 terbitan Pustaka Panjimas - Karya2 Buya Hamka. Karena di FB ada fans community nya Buya Hamka, n pada cari2 buku2 Buya Hamka, caranya gimana...karena saya ada link, maka akan saya bantu...senag rasanya bisa berbagi buku2 Buya Hamka....sama spt waktu YISC dulu....sayang YISC sekarang nggak tampak ada yang mau sosialisasikan Karya2 bagus Buya ini....tahu ah..Jadi ingat mungkin saya udah mendistribusikan sekitar 35 an duz paket 30 juz tafsir AA. Padahal selain kita sosialisasikan karya2 Buya, kita juga dapat fee dari Pustaka Panjimas, bisa tuk tambah kas organisasi atau beli pulsa tuk kegiatan yiscnya...

Amri buka2 buku besar, oo...buku KOMPILASI...ya ini dulu buku ini sangat favorit di sekre...siapapun yang datang ke sekre....belum sentuh apa2, belung ngomong apa2...yang dituju adalah Buku Kompilasi ini...dah berapa seri ya....mengiringi perjalanan YISC.....ada curhat,ada puisi, ada pesan2, ada titip2 salam, ada koordinasi rapat, ada diksusi, ada kritik, saran, candaan, marahaan...semuanya ada....pernah ada yang nulisnya sambil di bawa ke warung belakang,...setelah ketahuan, diomelin rame2, karena pada nyari semua...kemana kompilasi ini....bahkan milisc yisc-aktivis pun kita namain Buku Kompilasi On-line...Tapi ternyata sekarang, namanya gantu nggak buku kompilasi, tapi BCO ...buku curahan organisasi....ya sempatkan baca2 juga nyelingi Amri....ingin tahu juga dinamika n nuansa sekarang....halah kok masih Angga lagi, Angga lagi dengan puisi2nya...yang menyebut diri sebagi pujangga ( aku dulu sering bilangin....seoarang pujangga nggak nyebut dirinya pujangga, cukup menghasilkan karya2 hebat aja...orang lain lah yang akan menyebut pujangga. Demikian juga ustad, kyai....jangan nyebut dirinya ustad atau kyai...biarlah orang lain yang nyebut..

BCO ini ternyata yang nerbitin MDO,...tapi isinya malsah buanyak kritik2 tajam ke MDO...jadi ingat siapa2 yang di MDO sekarang, waktu Musleng lalu..termasuk suaranya yang paling lantang...dikasih tahu susah....semoga nggak pada omong doang....

Jadi lihat sekeliling sekre....di plafon atas, spt nya belum berubah...ada rembesan air. Jadi ingat dulu nggak hanya rembesan, waktu hujan bahkan banjir...pada rame2 cari ember, nampan tuk nangkap airnya. Akhirnya kita punya idea , selain usul ke masjid yang lantai atas diperbaikin ( ternyata di kantor masjid n YPI juga sama, rembesan n bocor kalau hujan),...dari dalam sekre di protek. Dikasih terpal sebagi talang saluran air, dibawah terpal itu dikasih triplek dan dicat, jadi kesannya nggak ada talang itu. Saya nggak tahu pastinya, kalau masih yang dulu...berarti terpalnya bocor dong...

Ingat juga waktu mengganti dinding berbatasan dgn LPK, membuat lantai 2 dgn panggung kayu ini. Semuanya dari donatur personal2 teman2 YISC, dari design , material dan tukang2nya. . Akhirnya ingin nengok juga ke atas, spt apa sekarang...duh...berantakan banget, spt nggak tersentuk tangan. Ati2 lho kalau ada binantang atau serangganya. Dulu yang atas, untuk simpan dokumen2 statis ( dokumen2 dinamis di lemari bawah), di atas juga untuk tempat tidur yang nginap, juga pasang komputer yang ada link dgn di bawah. Dulu upload BY ke website dilakukan dilantai atas ini. Karena selalu dipakai, jadi bersih n rapi juga. Jadi ingat juga, dulu internetnya dah 24 jam online, numpang masjid. Kesenengen dech yang sedang kecanduan bermilist dan chating, yaitu Markos, karyawan YISC pertama kali. ( semoga sehat n sukses selalu ya)

Figura yang berisi foto mantan2 ketum berurutan kok nggak ada ya...mungkin dibikin lebih bagus kali. Ada struktur organisasi sekarang.

Dan perpustakaan statis dengan buku2 di lemari. Jadi ingat lagi, dulu Lira waktu ngelola perpustakaan ,"agak gila", melakukan perpustakaan dinamis. Tiap minggu pagi2 membawa buku2 perpustakaan di depan kelas2 BSQ n SII, menjemput anggota ( karena nggak semua naggota baru enjoy ke sekre), pinjam -kembalikan lengkap dgn kartu perpustakaannya dilakukan di kelas ini. Belum terulang lagi, kecuali yang niatnya jualan buku.

Oh ya , buat para aktivis YISC, titp tuk care dengan Pak Muslimin ya, di say hello, di kasih uang walau hanya 1000.
Pak Muslimin ini, bapak tua yang aku yakin pada sering lihat di lingkungan MAA, yang selalu dgn peci hitam dan sarung khasnya. Pak Mus lah yang setiap tengah malam menutup jendelan2 MAA, dan jelang subuh membukanya lagi. Juga setiap sore, atau malam atau jelang subuh, ngepel lantai sekre YISC, lalu mencari gelas n piring yang kotor tuk dicucinya. Dilakukan dengan tulus sejak jaman bang Jimly ketum YISC, sejak Buya Hamka masih hidup. Kisah tentang Pak Mus ini bisa panjang tersendiri.

Yang biasa ngasih uang banyak, biasanya dipanggil "Pak Bos", tapi kalau ke aku milih manggil "jendral". Ada juga yang dipanggil tante, kopral, kapten, dll. belaiu emang sakit dalam memory, jadi bicaranya secukupnya, kosa katanya terbatas dan terbatas orang yang bisa melayaninya. Dulu sering juga, tiba2 Pak Mus bawain Nangka seglondong, pisang, dll... ke sekre YISC... nggak ada cakap, hanya naruh...dan kita pada menghabiskan. Kalau dikasih uang biasanya, langsung senyum dan tanya " untuk apa", kita jawab " untuk hadiah". Katanya sih uang yang kita kasih, juga nantinya dikasih2 ke orang juga....

Tahu nggak Pak Mus tidur dimana? seringnya di lantai luar atas MAA, kadang ke Mayestik. Duh kalau tidur malam2 gitu, baju di buka. Kadang juga ada suara lengkingan Pak Mus baca Al-Qur'an, dan sering, sebelum nutupi jendela2, pak mus " duduk2" di mimbar khatib, seolah2 jadi khatib. Kalau ketahuan, tiba2 turun dan lari malu. Pak Mus dapat dikatakan sehat terus, tapi pernah jari tengahnya membesar dan demam berat. Ternyata waktu cabut2 rumput, digigit serangga. Kita ajak ke dokter nggak mau, dipaksa meronta. Akhirnya nggak kalah akal, kita minta teman2 YISC yang perempuan tuk merayu, dan mu juga kita angkat rame2 ke mobil n dibawa ke dokter.Akhirnya sembuh, walau sampai sekarang jarinya tsb masih terlihat besar.

Semoga teman2 aktivis juga care, ke bapak2 yang tuna netra dan yang "maaf " kaki nya cacat. Mereka juga sahabat2 kita dalam memakmurkan AA ini. Mereka juga senang n menyenangkan kalau diajak ngobrol dan bercanda.

Nggak terasa dah jam 8 pagi dan harus segera pulang. Demikian sabtu pagi di AA yang mengingatkan banyak kenangan. Inspirasi lama dalam sekejap tulisan , semoga berharga. , Note , MAA: Masjid Agung Al-Azhar ( HRW-0109)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer