Kamis, 03 Maret 2011

Bingkai Sejarah lokal Bengkulu

Bingkai Sejarah lokal Bengkulu
Sumber-sumber sejarah yang ditemukan di Bengkulu, banyak berasal dari zaman modern, maskipun ditemukan peninggalan zaman prasejarah dalam bentuk kapak batu dari masa Neolitikum tapi jumlahnya terbatas. Bedasarkan temuan-temuan tersebut maka periodeisasi sejarah Bengkulu dapat dibagi menjadi :
I.          Zaman Prasejarah.
II.       Zaman Sejarah.

I.                   ZAMAN PRASEJARAH
Zaman prasejarah adalah zaman disaat masyarakat pada masa itu belum mengenal tulisan. Zaman prasejarah bisa dibagi menjadi dua yaitu zaman batu dan zaman logam.  Sistem kepercayaan masyarakat prasejarah adalah animisme dan dinamisme. Pola kehidupan manusia prasejarah bersifat nomaden (hidup berpindah-pindah) dan bersifat permanen (menetap)
Zaman prasejarah di Bengkulu kemungkinan dimulai pada zaman batu  muda. Pada zaman  ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan. Contoh alat tersebut ialah kapak persegi, beliung, pacul dan torah (alat untuk mengolah kayu). Di provinsi Bengkulu juga ditemukan  beberapa kapak batu yang biasa digunakan dalam upacara.
Pada masa ini juga diperkirakan telah berkembang pula budaya megalit di Bengkulu. Situs ini hampir ditemukan di semua wilayah di provinsi Bengkulu. Berikut ini beberapa contoh situs megalit yang ada di provinsi Bengkulu:
1.       Naga Rantai
Terdapat di desa Nagarantai, kecamatan Kaur Utara, kabupaten Bengkulu Selatan dengan jarak tempuh sekitar 170 km dari kota Bengkulu kearah selatan. Situs megalitij di desa nagarantai terbagi dalam lima (5) kelompok:
a.       Kelompok I
Pada kelompok ini terdapat 4 buah batu besar berwarna hitam dengan jenis batuan andesit. Batu tersebut tersusun membentuk sudut empat persegi.
b.      Kelompok II
Terletak lebih kurang 18 meter di sebelah selatan. Pada batu tersebut terdapat sebuah monolit yang terbuat dari batu berwarna hitam.
c.       Kelompok III
Terletak kurang lebih 7 meter di arah selatan (dari batu kelompok II) terdapat dolmen berkaki tiga dengan kondisi meja dolmen miring dan pecah
d.      Kelompok IV
Terletak kurang lebih 86 meter dari kelompok I (kearah selatan) di ladang bapak Taslim terdapat tiga buah batu yang diperkirakan sebagai kaki dolmen.
e.       Kelompok V
Terletak di kebun kopi milik bapak Asril. Disini terdapat 9 buah batu  menhir yang letaknya berbaris 3 dengan orintasi Timur Laut dan Barat Daya.
2.      Situs Megalitik Sebilo
Terletak di desa Sembilo, kecamatan Pino, kabupaten Bengkulu Selatan. Diwilayah ini terdapat situs menhir (Makam Poyang Wajau), situs menhir (Makam Gerinsing Besi)
3.      Situs Megalitik Massat
Terletak di desa Massat II, kecamatan Pino, kabupaten Bengkulu Selatan. Diwilayah ini terdapat peningalan prasejarah diantaranya dolmen, dan menhir (makam Poyang kuat)
Selain situs di atas, masih terdapat situs megalitik Kotabumi, Gerincing, Rantau Panjang, Pagar Dewa, Sukarami, Benteng Linau, situs Bintuhan, dan situs Pesanggrahan.

II.                ZAMAN SEJARAH
 Zaman Sejarah adalah masa ketika masyarakat telah mengenal tulisan. Setelah membaca beberapa literatur maka bingkai sejarah di Bengkulu bisa dibagi kedalam:
1.      Zaman Kolonial Inggris
2.      Zaman Kolonial Belanda
3.      Zaman Pendudukan Jepang
4.      Masa Kemerdekaan

1.      Zaman Kolonial Inggris
Terdiri dari :
1)      Masa sebelum kedatangan Inggris
Sebelum kedatangan Bangsa Inggris di Bengkulu, daerah itu telah dihuni oleh suatu suku bangsa dengan bentuk keanekaragaman mata pencaharian. Masyarakat Bengkulu pada masa ini telah mengenal system pertanian, sistem penangkapan ikan, menempa logam, memiliki tata cara hidup dan sistem upacara, serta telah memiliki tulisan atau aksara daerah tersendiri yaitu ka-ga-nga.
Suku-suku bangsa yang mendiami wilayah Bengkulu terdiri atas suku bangsa Rejang, Melayu, Lembak, Serawai, dan Muko-Muko. Letak geografis daerahnya cukup strategis dan menarik, lebih-lebih lagi daerah Bengkulu dikenal dengan penghasil lada (merica)
2)      Masa kedatangan Inggris
Inggris tiba di Bengkulu  melalui pelabuhan di kuala sungai Bengkulu. Dengan cara terhormat Inggris menyampaikan maksud kedatangan dan keinginan untuk melakukan kontrak perdagangan. Kedatangan Inggris disambut oleh pangeran Raja Muda dengan upacara kehormatan. Selanjutnya Inggris memberikan hadiah kepada Raja Muda 8 pucuk meriam, terdiri dari 4 meriam besar dan 4 meriam kecil.
Perkembangan selanjutnya Inggris mulai mengadakan monopoli perdangangan lada di wilayah Bengkulu. Langkah tersebut didukung dengan pembangunan banteng pertahanan bagi Inggris. Tahun 1701, bangsa Inggris membuat banteng pertama yaitu Fort York (Pasar Bengkulu). Karena letak yang tidak strategis, maka Inggris membangun banteng Fort Marlborough (masyarakat Bengkulu menyebut Benteng Malabero). Pada tahun 1719 pembangunan Fort Marlborough dimulai. Bangsa Inggris mendatangkan pekerja dari Madras (India) dan merampungkan banteng tersebut pada tahun 1720. Benteng ini sangat besar dan megah, dilengkapi 72 pucuk meriam.
 
2.      Zaman Kolonial Belanda
Inggris menyerahkan wilayah Bengkulu kepada Belanda berdasarkan Traktat London tanggal 6 April 1825. Alasannya karena Gubernur Inggris Sir Thomas Raffles memandang Singapura lebih strategis. Hal ini menyebabkan dia bersedia menyerahkan Bengkulu kepada Belanda dan diganti dengan pulau Singapura.
1)      Masa kedatangan kompeni di Bengkulu
Sekitar Tahun 1624, pedagang-pedagang Belanda (Oost Indische Campagnie) mendarat dan sampai di kerajaan Selebar (Bengkulu). Pertama kali mereka mengadakan peninjauan terhadap perdagangan lada dan hasil bumi lainnya.
Pada tanggal 5 Juli 1660 pedagang-pedagang Belanda dengan kapal dagangnya yang dipimpin oleh komisaris Balthasar Bolt berlabuh di muara sungai Jenggalu. Mereka melakukan perdagangan lada dan lainnya.
2)      Masa perlawanan terhadap Belanda
Belanda yang menguasai wilayah Bengkulu memulai penjajahan Kolonialis-Imperialis dengan meniadakan hak-hak kepala adat negeri Bengkulu. Semenjak pemerintahan Belanda, pengadilan negeri di bentuk dan bertindak tegas terhadap rakyat yang memberontak. Banyak ketua adat yang diadili tanpa ampun, dihukum mati, dan ini tidak pernah terjadi pada masa lalu.
Hal ini menyulut pemberontakan terhadap Belanda. Rakyat Bengkulu mulai melakukan perlawanan sengit setiap saat. Dari pagi sampai malam hari, perlawanan secara gencar berlangsung. Assisten Residen Knoerle (1831-1833) tidak sempat memahami dan mempelajari sejarah perlawanan rakyat Bengkulu terhadap Inggris pada masa pendudukan Inggris karena Inggris tidak menyerahkan arsip tentang itu. Andaikata Assisten Residen Knoerle mengetahui apa yang terjadi atas diri Thomas Parr, mungkin dia akan berfikir masak-masak tentang perlawanan rakyat Bengkulu.

3.      Zaman Pendudukan Jepang
1)      Kedatangan Jepang
Sejak berkuasanya bala tentara Jepang di Indonesia (8 Maret 1942) pucuk pimpinan kekuasaan pemerintahan untuk pulau Sumatra dipusatkan di kota Bukit Tinggi. Pada tanggal 24 Februari 1942 jam 14.00 masuklah bala tentara Jepang ke Bengkulu. Iring-iringan mobil baja, truk militer Jepang, lengkap dengan persenjataan berada dibawah pimpinan Kolonel Kangki.
Para pelajar, pemuda, tokoh adat, dan masyrakat menyambut bala tentara Jepang dengan harapan hari esok yang lebih baik. Mereka telah jenuh dengan penjajahan bangsa Inggris dan Belanda yang telah berlangsung berabad lamanya.
Beberapa hari setelah itu, residen Belanda yang terakhir (Mayer) menyatakan  takluk kepada Jepang. Sejak itu Jepang resmi menguasai Bengkulu. Jepang mulai melakukan gerakan ofensif ke wilayah Bengkulu Utara, dan Bengkulu Selatan.
Awalnya kedatangan bangsa Jepang biasa saja. Tetapi setelah menguasai potensi dan sumber daya alam Bengkulu, Jepang mulai bersikap kejam terhadap masyarakat. Jepang mulai menguasai seluruh aspek kehidupan, dan tidak memberikan kebebasan hidup bagi masyarakat Bengkulu. Seluruh harta dan benda berharga harus diserahkan kepada pemerintah Jepang sehinggar rakyat menjadi sangat menderita dan tak berdaya akibat penindasan ini.  Mereka harus mengabdi kepada pemerintah Jepang dan membantu memenangkan perang Asia Timur Raya.
2)      Masa perlawanan terhadap Jepang
Penderitaan yang berkelanjutan ini mulai menyulut perlawanan rakyat Bengkulu. Pemuda dan kaum cendekiawan mulai menyusun lagkah strategis untuk bebas dari penjajahan ini. Meskipun pengawasan dan penjagaan oleh militer Jepang sangat ketat, masyarakat tetap tidak gentar.
Kebiasaan untuk menghormati bangsa Jepang diterapkan di sekolah. Para siswa diajarkan untuk membungkukkan badan menghadap matahari terbit setiap pagi sebagai lambing akan dewa leluhur mereka. Tetapi tidak semua siswa mengikuti ajaran tersebut. Mereka bersembunyi atau berpura-pura sakit untuk menghindari hal tersebut.
Guru juga memegang peranan penting dalam mengadakan perlawanan terhadap Jepang. Guru menggembleng para siswa dengan sungguh-sungguh agar menjadi manusia yang bertanggung jawab dan bisa melakukan perlawanan terhadap bangsa Jepang. Para guru juga menghimbau agar bersungguh-sungguh dalam menyerap pengetahuan sehingga pemuda bisa menguasai peralatan yang dibawa oleh Jepang.
Pada tahun 1943 Jepang mengalami kekalahan di Samudra Pasifik. Tanggal 6 Agustus 1945 kota Hirosyma dan Nagasaki di hancurkan oleh tentara sekutu. Pada tanggal 14 Agustus Jepang menyerah tanpa syarat. Kekalahan ini membuat Jepang menjadi lemah. Siaran radio dari Tokyo juga menyiarkan: “untuk menghindari kematian rakyat Jepang yang semakin banyak jumlahnya, maka perang ini dihentikan.”

4.      Masa Kemerdekaan
Terdiri dari :
1)      Awal Kemerdekaan
2)      Masa Negara Kesatuan RI

1.      Bingkai Sejarah lokal Bengkulu
Pada masa kemerdekaan, Bengkulu memegang peranan yang penting bagi keutuhan NKRI. Secara garis besar, bingkai sejarah provinsi Bengkulu bisa di bagi menjadi dua bagian yaitu:
A.                Awal Kemerdekaan (masa peralihan).
B.                 Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

A. Awal Kemerdekaan (masa peralihan kekuasaan) terdiri dari :
Berita Proklamasi diterima pertama di Bengkulu 3 September 1945. Setelah mendengar berita proklamasi RI rakyat Bengkulu menyambutnya dengan suka cita, mereka berpawai keliling kota untuk merayakanya. Peristiwa penting dalam masa ini antara lain :
a.             Pembentukan Barisan Perjuangan Repoblik Indonesia (BPRI) 7 September 1945, oleh bekas anggota Gyugun dan Heiho dipimpin oleh A. Rusdi .
b.            Pembentukan Komite Nasional Indonesia (KNI) Keresidenan dan menunjuk Ir Indra Caya sebagai Residen Bengkulu dan Pembentukan Pemuda Keamanan Rakyat (PKR) sebagai badan keamanan resmi pada tangal 8 September 1945.
c.             Telegram pengibaran bendera merah putih 8 September 1945.
d.            Tragedi Hotel Centrum tanggal 11 September 1945 yaitu penghancuran gambar ratu Belanda oleh PKR.

B.     Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.
a.       Pembentukan Pemerintahan di Bengkulu, pada tanggal 3 Oktober 1945. Maka ditunjuklah Ir. Indra Caya sebagai Residen Bengkulu oleh Gubernur Sumatera Mr T. Moh Hasan
b.      Tanggal 15 November 1945 PKR resmi menjadi TKR
c.       Tanggal 22 November TKR bentrok dengan tentara Jepang.
d.      Tanggal 7 Desember perampasan senjata Jepang di Curup.
e.       Tanggal 24 Januari 1946 TKR berobah menajdi TRI (Tentara Repoblik Indonesia) berdasarkan Ketetapan Presiden RI.
f.       Tanggal 31 Maret 1946 Reorganisasi pemerintahan oleh Badan Pekerja Harian Nasional Indonesia (BPHNI). Indra Caya menyerahkan jabatan residen.
g.      Tanggal 28 April 1946 Mr. H. Zairin dianggkat menjadi Residen Bengkulu.
h.      Tanggal 21 Juli 1946 Belanda melakukan serangan keseluruh Bengkulu dan disambut dengan perlawanan gerilya oleh rakyat Bengkulu.
i.        Setelah Perjanjian Renveil, Belanda kembali membombardir Bengkulu terutama di pusat ekonomi  yaitu Tambang Emas Lebong Tandai dan kebun teh Kabawetan.
 
2.      Masa Negara Kesatuan RI
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No 3 Tahun 1950 Bengkulu ditetapkan kembali sebagai Keresidenan yang termasuk ke dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan, dengan ibu kotanya adalah Kota Bengkulu.
Setelah berakhirnya perang kemerdekaan banyak fasilitas umum di Bengkulu hancur terutama sentra ekonomi yang dicurigai Belanda dapat dimanfaatkan oleh pihak Republik untuk membiayai perang seperti  antara lain tambang emas Lebong Tandai, kebun teh Kabawetan di Kepahyang. 
Bangunan pemerintahan, sekolah, dan tempat umum lainnya mengalami nasib yang sama, demikian juga dengan sarana transportasi baik darat maupun laut.  Kapal-kapal yang datang di pelabuhan Bengkulu berlabuh jauh di tengah laut, untuk ke pantai digunakan perahu-perahu.  Jalan dan jembatan banyak yang rusak sehingga kota Bengkulu menjadi kota mati karena terisolir dengan daerah luar. 
Akibat krisis pemerintahan di pusat (jatuh bangunnya kabinet), Bengkulu hampir
tidak tersentuh pembangunan sama sekali oleh pemerintah pusat. Sementara dari pemerintah provinsi Sumetera Selatan dapat dikatakan tidak ada perhatian terhadap keresidenan Bengkulu, hubungan Palembang sebagai ibu kota provinsi dengan  Bengkulu amat rengang.
Beberapa hal yang dapat dicatat dalam masa ini adalah berdirinya beberapa sekolah terutama sekolah swasta yang dikelola oleh Muhamadiyah, PGRI, Yayasan lainya dan sekolah- sekolah agama.  Sekolah yang berdiri antara lain :
a.       SMP Negeri di kota Bengkulu, dan Mukokuko pada tahun 1950
b.      Berdiri SMA Semarak di kota Bengkulu pada tahun 1957, disusul SMA PGRI 1958.
c.       SMP negeri di Manna Bengkulu Selatan pada tahun 1959.

Dalam pertumbuhan ekonomi Bengkulu sangat ketinggalan, hasil bumi Bengkulu hampir tidak berarti sama sekali karena tidak dapat di jual keluar.  Para perantau yang ingin mengadu nasib di Bengkulu,pada umumnya harus rela berjalan kaki untuk sampai di Bengkulu. Kondisi ini mendorong tokoh Bengkulu menuntut pembentukan Provinsi sendiri, pada tahun 1962 terbentuklah Badan Perjuangan Bengkulu.

Daftar Pustaka
Ayatrohaedi. 1986.  Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.
Dalip, Achmaddin dkk. 1983/1984. Sejarah Perjuangan Melawan Kolonialisme dan Imperealisme Daerah Bengkulu. Kanwil Depdikbud Bengkulu.
Gazalba Sidi, Drs. 1981. Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.
Latifundia, Effie dkk. 2003. Peninggalan Sejarah Purbakalao di Propinsi Bengkulu. Pemerintah Propinsi Bengkulu Dinas Pendidikan Nasional.
Leo.Zaman Prasejarah di Indonesia. Melalui http://9758.multiply.com/journal/item/10 [Juny 17, 2008 ]
Ricklefs, M.C. 2005. Sejarah Indonesia Modern.  Jakarta: Serambi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer