Kamis, 03 Maret 2011

puisi

    Hirup
Hirup teh cita-cita
ngudag-ngudag mangsa jeung rasa
Hirup teh tunggara
upama tresna kalid sulaya
Hirup teh seuneu
nu ngaduruk lulurung sukma
Hirup teh ibadah
rela ihlas ngumawula

Hirup teh aci-acining:
Bagja!

. Bandung, 11 September 1994

         Ayeuna
Jeujeur harupat tuluy ngipisan
indung suku tuturut peot
awak jadi budak
waragad teu walakaya

geuning teu di kawit teu di pungkas
kokojayan dina lantaran
sebrot hareudang hiliwir angin
ngalengkah numut sarangenge

los kaditu los kadieu
ngarenghap tuluy hah heh hoh
mmm, ngajerit diudag seuri
Nya ayeuna mah ayeuna...

      bulan ngalimba
sanajan bulan tumunggal
caangna mah bati nu hegar
bangun nu teu ngemu tunggara

sanajan bulan nyorangan
teu risi ngambah sagara peuting
nganti bentang nu baris marengan
nganteur nyorang simpena peuting
nepi ka balebat nyampeur
nyinglarkeun kahieum ati

antara bandung madiun
30 september 2007

           Ibun harepan
kamari rundayan katineung rek dipalerkeun
bongan mawa eurih
nu ngageuri kana ati
ngabudalkeun kingkin
jeung rambisakna rasa

tadi,
ku naon salira ngaririhan deui
mawa ibun sanajan sakeclak
nu nyirungan deui katineung
nu ngahaja rek disinglar

duh gamparan,
guligahna rasa
hamo bisa disidem deui..

cara membuat laporan

Pengertian Laporan Kegiatan
Laporan kegiatan adalah suatu ikhtisar tentang hal ikhwal pelaksana suatu kegiatan, yang harus disampaikan oleh pembina kepada pihak yang memberi tugas sebagai pertanggungjawaban.

Pentingnya Laporan Kegiatan
Laporan kegiatan merupakan alat yang penting untuk :
a.         Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan.
b.         Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya.
c.         Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan kegiatan.
d.         Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan dan lain-lain.

Macam Laporan Kegiatan
a.         Ditinjau dari cara penyampaian, terdapat :
1)       Laporan lisan, disampaikan secara lesan, biasanya dilakukan hal-hal yang perlu segera disampaikan laporan lisan dapat dengan tatap muka, lewat telepon , wawancara dan sebagainya.
2)       Laporan tertulis, disampaikan secara lengkap dalam bentuk tulisan.
b.         Ditinjau dari bahasa yang digunakan, terdapat :
1)       Laporan yang ditulis secara populer, yang menggunakan kata-kata sederhana, kadang-kadang diselingi dengan kalimat humor / lucu.
2)       Laporan yang ditulis secara ilmiah, sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistimatis serta logis.
c.         Ditinjau dari isinya, dapat dibedakan :
1)       Laporan kegiatan, misalnya pelaksanaan perkemahan, pelaksanaan ujian SKU, SKK, Pramuka Garuda.
2)       Laporan perjalanan, misalnya laporan wisata, pengembaraan, penjelejahan dan sebagainya.
3)       Laporan keuangan, menyangkut masalah penerimaan dan penggunaan uang.

ImageSistimatika Laporan
Hendaknya laporan lengkap, dapat menjawab semua pertanyaan mengenai : apa ( what ), mengapa ( why ), siapa ( Who ), dimana ( where ), kapan ( when ), bagaimana ( how ).
Urutan isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami. Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut :

1.       Pendahuluan
Pada pendahuluan disebutkan tentang :
a.       Latar belakang kegiatan.
b.       Dasar hukum kegiatan.
c.       Apa maksud dan tujuan kegiatan.
d.       Ruang lingkup isi laporan.

2.       Isi Laporan
Pada bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain :
a.       Jenis kegiatan.
b.       Tempat dan waktu kegiatan.
c.       Petugas kegiatan.
d.       Persiapan dan rencana kegiatan.
e.       Peserta kegiatan.
f.         Pelaksanaan kegiatan (menurut bidangnya, urutan waktu pelaksanaan, urutan fakta / datanya).
g.       Kesulitan dan hambatan.
h.       Hasil kegiatan.
i.         Kesimpulan dan saran penyempurnaan kegiatan yang akan datang.

3.       Penutup
Pada kegiatan ini ditulis ucapan terima kasih kepada yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan itu, dan permintaan maaf bila ada kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan
Laporan diusahakan agar :
a.          Singkat dan padat.
b.          Runtut atau sistimatis.
c.          Mudah dipahami isinya.
d.          Isinya lengkap.
e.          Menarik penyajiannya.
f.            Berpegangan pada fakta, data dan persoalannya.
g.          Tepat pada waktunya.

Lain – lain.
a. Dalam laporan dapat dilampirkan : photo-photo kegiatan, tanda bukti, surat-surat keterangan dan sebagainya ( copy )
b. Untuk mempermudah penyusunan laporan sebaiknya tetap mengacu pada proposal yang pernah diajukan.
c. Memberikan Laporan kegiatan dengan tembusan kepada satuan/ lembaga yang terkait. ( Mabi, Kwartir, Sponsor dll )

Bingkai Sejarah lokal Bengkulu

Bingkai Sejarah lokal Bengkulu
Sumber-sumber sejarah yang ditemukan di Bengkulu, banyak berasal dari zaman modern, maskipun ditemukan peninggalan zaman prasejarah dalam bentuk kapak batu dari masa Neolitikum tapi jumlahnya terbatas. Bedasarkan temuan-temuan tersebut maka periodeisasi sejarah Bengkulu dapat dibagi menjadi :
I.          Zaman Prasejarah.
II.       Zaman Sejarah.

I.                   ZAMAN PRASEJARAH
Zaman prasejarah adalah zaman disaat masyarakat pada masa itu belum mengenal tulisan. Zaman prasejarah bisa dibagi menjadi dua yaitu zaman batu dan zaman logam.  Sistem kepercayaan masyarakat prasejarah adalah animisme dan dinamisme. Pola kehidupan manusia prasejarah bersifat nomaden (hidup berpindah-pindah) dan bersifat permanen (menetap)
Zaman prasejarah di Bengkulu kemungkinan dimulai pada zaman batu  muda. Pada zaman  ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan. Contoh alat tersebut ialah kapak persegi, beliung, pacul dan torah (alat untuk mengolah kayu). Di provinsi Bengkulu juga ditemukan  beberapa kapak batu yang biasa digunakan dalam upacara.
Pada masa ini juga diperkirakan telah berkembang pula budaya megalit di Bengkulu. Situs ini hampir ditemukan di semua wilayah di provinsi Bengkulu. Berikut ini beberapa contoh situs megalit yang ada di provinsi Bengkulu:
1.       Naga Rantai
Terdapat di desa Nagarantai, kecamatan Kaur Utara, kabupaten Bengkulu Selatan dengan jarak tempuh sekitar 170 km dari kota Bengkulu kearah selatan. Situs megalitij di desa nagarantai terbagi dalam lima (5) kelompok:
a.       Kelompok I
Pada kelompok ini terdapat 4 buah batu besar berwarna hitam dengan jenis batuan andesit. Batu tersebut tersusun membentuk sudut empat persegi.
b.      Kelompok II
Terletak lebih kurang 18 meter di sebelah selatan. Pada batu tersebut terdapat sebuah monolit yang terbuat dari batu berwarna hitam.
c.       Kelompok III
Terletak kurang lebih 7 meter di arah selatan (dari batu kelompok II) terdapat dolmen berkaki tiga dengan kondisi meja dolmen miring dan pecah
d.      Kelompok IV
Terletak kurang lebih 86 meter dari kelompok I (kearah selatan) di ladang bapak Taslim terdapat tiga buah batu yang diperkirakan sebagai kaki dolmen.
e.       Kelompok V
Terletak di kebun kopi milik bapak Asril. Disini terdapat 9 buah batu  menhir yang letaknya berbaris 3 dengan orintasi Timur Laut dan Barat Daya.
2.      Situs Megalitik Sebilo
Terletak di desa Sembilo, kecamatan Pino, kabupaten Bengkulu Selatan. Diwilayah ini terdapat situs menhir (Makam Poyang Wajau), situs menhir (Makam Gerinsing Besi)
3.      Situs Megalitik Massat
Terletak di desa Massat II, kecamatan Pino, kabupaten Bengkulu Selatan. Diwilayah ini terdapat peningalan prasejarah diantaranya dolmen, dan menhir (makam Poyang kuat)
Selain situs di atas, masih terdapat situs megalitik Kotabumi, Gerincing, Rantau Panjang, Pagar Dewa, Sukarami, Benteng Linau, situs Bintuhan, dan situs Pesanggrahan.

II.                ZAMAN SEJARAH
 Zaman Sejarah adalah masa ketika masyarakat telah mengenal tulisan. Setelah membaca beberapa literatur maka bingkai sejarah di Bengkulu bisa dibagi kedalam:
1.      Zaman Kolonial Inggris
2.      Zaman Kolonial Belanda
3.      Zaman Pendudukan Jepang
4.      Masa Kemerdekaan

1.      Zaman Kolonial Inggris
Terdiri dari :
1)      Masa sebelum kedatangan Inggris
Sebelum kedatangan Bangsa Inggris di Bengkulu, daerah itu telah dihuni oleh suatu suku bangsa dengan bentuk keanekaragaman mata pencaharian. Masyarakat Bengkulu pada masa ini telah mengenal system pertanian, sistem penangkapan ikan, menempa logam, memiliki tata cara hidup dan sistem upacara, serta telah memiliki tulisan atau aksara daerah tersendiri yaitu ka-ga-nga.
Suku-suku bangsa yang mendiami wilayah Bengkulu terdiri atas suku bangsa Rejang, Melayu, Lembak, Serawai, dan Muko-Muko. Letak geografis daerahnya cukup strategis dan menarik, lebih-lebih lagi daerah Bengkulu dikenal dengan penghasil lada (merica)
2)      Masa kedatangan Inggris
Inggris tiba di Bengkulu  melalui pelabuhan di kuala sungai Bengkulu. Dengan cara terhormat Inggris menyampaikan maksud kedatangan dan keinginan untuk melakukan kontrak perdagangan. Kedatangan Inggris disambut oleh pangeran Raja Muda dengan upacara kehormatan. Selanjutnya Inggris memberikan hadiah kepada Raja Muda 8 pucuk meriam, terdiri dari 4 meriam besar dan 4 meriam kecil.
Perkembangan selanjutnya Inggris mulai mengadakan monopoli perdangangan lada di wilayah Bengkulu. Langkah tersebut didukung dengan pembangunan banteng pertahanan bagi Inggris. Tahun 1701, bangsa Inggris membuat banteng pertama yaitu Fort York (Pasar Bengkulu). Karena letak yang tidak strategis, maka Inggris membangun banteng Fort Marlborough (masyarakat Bengkulu menyebut Benteng Malabero). Pada tahun 1719 pembangunan Fort Marlborough dimulai. Bangsa Inggris mendatangkan pekerja dari Madras (India) dan merampungkan banteng tersebut pada tahun 1720. Benteng ini sangat besar dan megah, dilengkapi 72 pucuk meriam.
 
2.      Zaman Kolonial Belanda
Inggris menyerahkan wilayah Bengkulu kepada Belanda berdasarkan Traktat London tanggal 6 April 1825. Alasannya karena Gubernur Inggris Sir Thomas Raffles memandang Singapura lebih strategis. Hal ini menyebabkan dia bersedia menyerahkan Bengkulu kepada Belanda dan diganti dengan pulau Singapura.
1)      Masa kedatangan kompeni di Bengkulu
Sekitar Tahun 1624, pedagang-pedagang Belanda (Oost Indische Campagnie) mendarat dan sampai di kerajaan Selebar (Bengkulu). Pertama kali mereka mengadakan peninjauan terhadap perdagangan lada dan hasil bumi lainnya.
Pada tanggal 5 Juli 1660 pedagang-pedagang Belanda dengan kapal dagangnya yang dipimpin oleh komisaris Balthasar Bolt berlabuh di muara sungai Jenggalu. Mereka melakukan perdagangan lada dan lainnya.
2)      Masa perlawanan terhadap Belanda
Belanda yang menguasai wilayah Bengkulu memulai penjajahan Kolonialis-Imperialis dengan meniadakan hak-hak kepala adat negeri Bengkulu. Semenjak pemerintahan Belanda, pengadilan negeri di bentuk dan bertindak tegas terhadap rakyat yang memberontak. Banyak ketua adat yang diadili tanpa ampun, dihukum mati, dan ini tidak pernah terjadi pada masa lalu.
Hal ini menyulut pemberontakan terhadap Belanda. Rakyat Bengkulu mulai melakukan perlawanan sengit setiap saat. Dari pagi sampai malam hari, perlawanan secara gencar berlangsung. Assisten Residen Knoerle (1831-1833) tidak sempat memahami dan mempelajari sejarah perlawanan rakyat Bengkulu terhadap Inggris pada masa pendudukan Inggris karena Inggris tidak menyerahkan arsip tentang itu. Andaikata Assisten Residen Knoerle mengetahui apa yang terjadi atas diri Thomas Parr, mungkin dia akan berfikir masak-masak tentang perlawanan rakyat Bengkulu.

3.      Zaman Pendudukan Jepang
1)      Kedatangan Jepang
Sejak berkuasanya bala tentara Jepang di Indonesia (8 Maret 1942) pucuk pimpinan kekuasaan pemerintahan untuk pulau Sumatra dipusatkan di kota Bukit Tinggi. Pada tanggal 24 Februari 1942 jam 14.00 masuklah bala tentara Jepang ke Bengkulu. Iring-iringan mobil baja, truk militer Jepang, lengkap dengan persenjataan berada dibawah pimpinan Kolonel Kangki.
Para pelajar, pemuda, tokoh adat, dan masyrakat menyambut bala tentara Jepang dengan harapan hari esok yang lebih baik. Mereka telah jenuh dengan penjajahan bangsa Inggris dan Belanda yang telah berlangsung berabad lamanya.
Beberapa hari setelah itu, residen Belanda yang terakhir (Mayer) menyatakan  takluk kepada Jepang. Sejak itu Jepang resmi menguasai Bengkulu. Jepang mulai melakukan gerakan ofensif ke wilayah Bengkulu Utara, dan Bengkulu Selatan.
Awalnya kedatangan bangsa Jepang biasa saja. Tetapi setelah menguasai potensi dan sumber daya alam Bengkulu, Jepang mulai bersikap kejam terhadap masyarakat. Jepang mulai menguasai seluruh aspek kehidupan, dan tidak memberikan kebebasan hidup bagi masyarakat Bengkulu. Seluruh harta dan benda berharga harus diserahkan kepada pemerintah Jepang sehinggar rakyat menjadi sangat menderita dan tak berdaya akibat penindasan ini.  Mereka harus mengabdi kepada pemerintah Jepang dan membantu memenangkan perang Asia Timur Raya.
2)      Masa perlawanan terhadap Jepang
Penderitaan yang berkelanjutan ini mulai menyulut perlawanan rakyat Bengkulu. Pemuda dan kaum cendekiawan mulai menyusun lagkah strategis untuk bebas dari penjajahan ini. Meskipun pengawasan dan penjagaan oleh militer Jepang sangat ketat, masyarakat tetap tidak gentar.
Kebiasaan untuk menghormati bangsa Jepang diterapkan di sekolah. Para siswa diajarkan untuk membungkukkan badan menghadap matahari terbit setiap pagi sebagai lambing akan dewa leluhur mereka. Tetapi tidak semua siswa mengikuti ajaran tersebut. Mereka bersembunyi atau berpura-pura sakit untuk menghindari hal tersebut.
Guru juga memegang peranan penting dalam mengadakan perlawanan terhadap Jepang. Guru menggembleng para siswa dengan sungguh-sungguh agar menjadi manusia yang bertanggung jawab dan bisa melakukan perlawanan terhadap bangsa Jepang. Para guru juga menghimbau agar bersungguh-sungguh dalam menyerap pengetahuan sehingga pemuda bisa menguasai peralatan yang dibawa oleh Jepang.
Pada tahun 1943 Jepang mengalami kekalahan di Samudra Pasifik. Tanggal 6 Agustus 1945 kota Hirosyma dan Nagasaki di hancurkan oleh tentara sekutu. Pada tanggal 14 Agustus Jepang menyerah tanpa syarat. Kekalahan ini membuat Jepang menjadi lemah. Siaran radio dari Tokyo juga menyiarkan: “untuk menghindari kematian rakyat Jepang yang semakin banyak jumlahnya, maka perang ini dihentikan.”

4.      Masa Kemerdekaan
Terdiri dari :
1)      Awal Kemerdekaan
2)      Masa Negara Kesatuan RI

1.      Bingkai Sejarah lokal Bengkulu
Pada masa kemerdekaan, Bengkulu memegang peranan yang penting bagi keutuhan NKRI. Secara garis besar, bingkai sejarah provinsi Bengkulu bisa di bagi menjadi dua bagian yaitu:
A.                Awal Kemerdekaan (masa peralihan).
B.                 Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

A. Awal Kemerdekaan (masa peralihan kekuasaan) terdiri dari :
Berita Proklamasi diterima pertama di Bengkulu 3 September 1945. Setelah mendengar berita proklamasi RI rakyat Bengkulu menyambutnya dengan suka cita, mereka berpawai keliling kota untuk merayakanya. Peristiwa penting dalam masa ini antara lain :
a.             Pembentukan Barisan Perjuangan Repoblik Indonesia (BPRI) 7 September 1945, oleh bekas anggota Gyugun dan Heiho dipimpin oleh A. Rusdi .
b.            Pembentukan Komite Nasional Indonesia (KNI) Keresidenan dan menunjuk Ir Indra Caya sebagai Residen Bengkulu dan Pembentukan Pemuda Keamanan Rakyat (PKR) sebagai badan keamanan resmi pada tangal 8 September 1945.
c.             Telegram pengibaran bendera merah putih 8 September 1945.
d.            Tragedi Hotel Centrum tanggal 11 September 1945 yaitu penghancuran gambar ratu Belanda oleh PKR.

B.     Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.
a.       Pembentukan Pemerintahan di Bengkulu, pada tanggal 3 Oktober 1945. Maka ditunjuklah Ir. Indra Caya sebagai Residen Bengkulu oleh Gubernur Sumatera Mr T. Moh Hasan
b.      Tanggal 15 November 1945 PKR resmi menjadi TKR
c.       Tanggal 22 November TKR bentrok dengan tentara Jepang.
d.      Tanggal 7 Desember perampasan senjata Jepang di Curup.
e.       Tanggal 24 Januari 1946 TKR berobah menajdi TRI (Tentara Repoblik Indonesia) berdasarkan Ketetapan Presiden RI.
f.       Tanggal 31 Maret 1946 Reorganisasi pemerintahan oleh Badan Pekerja Harian Nasional Indonesia (BPHNI). Indra Caya menyerahkan jabatan residen.
g.      Tanggal 28 April 1946 Mr. H. Zairin dianggkat menjadi Residen Bengkulu.
h.      Tanggal 21 Juli 1946 Belanda melakukan serangan keseluruh Bengkulu dan disambut dengan perlawanan gerilya oleh rakyat Bengkulu.
i.        Setelah Perjanjian Renveil, Belanda kembali membombardir Bengkulu terutama di pusat ekonomi  yaitu Tambang Emas Lebong Tandai dan kebun teh Kabawetan.
 
2.      Masa Negara Kesatuan RI
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No 3 Tahun 1950 Bengkulu ditetapkan kembali sebagai Keresidenan yang termasuk ke dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan, dengan ibu kotanya adalah Kota Bengkulu.
Setelah berakhirnya perang kemerdekaan banyak fasilitas umum di Bengkulu hancur terutama sentra ekonomi yang dicurigai Belanda dapat dimanfaatkan oleh pihak Republik untuk membiayai perang seperti  antara lain tambang emas Lebong Tandai, kebun teh Kabawetan di Kepahyang. 
Bangunan pemerintahan, sekolah, dan tempat umum lainnya mengalami nasib yang sama, demikian juga dengan sarana transportasi baik darat maupun laut.  Kapal-kapal yang datang di pelabuhan Bengkulu berlabuh jauh di tengah laut, untuk ke pantai digunakan perahu-perahu.  Jalan dan jembatan banyak yang rusak sehingga kota Bengkulu menjadi kota mati karena terisolir dengan daerah luar. 
Akibat krisis pemerintahan di pusat (jatuh bangunnya kabinet), Bengkulu hampir
tidak tersentuh pembangunan sama sekali oleh pemerintah pusat. Sementara dari pemerintah provinsi Sumetera Selatan dapat dikatakan tidak ada perhatian terhadap keresidenan Bengkulu, hubungan Palembang sebagai ibu kota provinsi dengan  Bengkulu amat rengang.
Beberapa hal yang dapat dicatat dalam masa ini adalah berdirinya beberapa sekolah terutama sekolah swasta yang dikelola oleh Muhamadiyah, PGRI, Yayasan lainya dan sekolah- sekolah agama.  Sekolah yang berdiri antara lain :
a.       SMP Negeri di kota Bengkulu, dan Mukokuko pada tahun 1950
b.      Berdiri SMA Semarak di kota Bengkulu pada tahun 1957, disusul SMA PGRI 1958.
c.       SMP negeri di Manna Bengkulu Selatan pada tahun 1959.

Dalam pertumbuhan ekonomi Bengkulu sangat ketinggalan, hasil bumi Bengkulu hampir tidak berarti sama sekali karena tidak dapat di jual keluar.  Para perantau yang ingin mengadu nasib di Bengkulu,pada umumnya harus rela berjalan kaki untuk sampai di Bengkulu. Kondisi ini mendorong tokoh Bengkulu menuntut pembentukan Provinsi sendiri, pada tahun 1962 terbentuklah Badan Perjuangan Bengkulu.

Daftar Pustaka
Ayatrohaedi. 1986.  Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.
Dalip, Achmaddin dkk. 1983/1984. Sejarah Perjuangan Melawan Kolonialisme dan Imperealisme Daerah Bengkulu. Kanwil Depdikbud Bengkulu.
Gazalba Sidi, Drs. 1981. Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.
Latifundia, Effie dkk. 2003. Peninggalan Sejarah Purbakalao di Propinsi Bengkulu. Pemerintah Propinsi Bengkulu Dinas Pendidikan Nasional.
Leo.Zaman Prasejarah di Indonesia. Melalui http://9758.multiply.com/journal/item/10 [Juny 17, 2008 ]
Ricklefs, M.C. 2005. Sejarah Indonesia Modern.  Jakarta: Serambi.

sejarah bung karno

Identitas kita sebagai warga negara Indonesia adalah Mengetaghui Jati diri bangsa Sendiri Inisaya Persembahkan Sesosok Pahlawan Kita Yang saya sunting dari http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno


Ir. Soekarno1 (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – wafat di Jakarta, 21 Juni 1970 dalam umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 - 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Ia menerbitkan Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial itu, yang konon, antara lain isinya adalah menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga kewibawaannya. Tetapi Supersemar tersebut disalahgunakan oleh Letnan Jenderal Soeharto untuk merongrong kewibawaannya dengan jalan menuduhnya ikut mendalangi Gerakan 30 September. Tuduhan itu menyebabkan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara yang anggotanya telah diganti dengan orang yang pro Soeharto, mengalihkan kepresidenan kepada Soeharto.


Latar belakang dan pendidikan

Soekarno dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru di Surabaya, Jawa. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai berasal dari Buleleng, Bali [1].

Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya di Tulungagung, Jawa Timur. Pada usia 14 tahun, seorang kawan bapaknya yang bernama Oemar Said Tjokroaminoto mengajak Soekarno tinggal di Surabaya dan disekolahkan ke Hoogere Burger School (H.B.S.) di sana sambil mengaji di tempat Tjokroaminoto. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu. Soekarno kemudian bergabung dengan organisasi Jong Java (Pemuda Jawa).

Tamat H.B.S. tahun 1920, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung, dan tamat pada tahun 1925. Saat di Bandung, Soekarno berinteraksi dengan Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Keluarga Soekarno

Istri Soekarno

* Oetari
* Inggit Garnasih
* Fatmawati
* Hartini
* Ratna Sari Dewi Soekarno (nama asli: Naoko Nemoto)
* Haryati

Putra-putri Soekarno

* Guruh Soekarnoputra
* Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2001-2004
* Guntur Soekarnoputra
* Rachmawati Soekarnoputri
* Sukmawati Soekarnoputri
* Taufan dan Bayu (dari istri Hartini)
* Kartika Sari Dewi Soekarno (dari istri Ratna Sari Dewi Soekarno)

Masa pergerakan nasional

Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929, dan memunculkan pledoinya yang fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931.

Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hassan.

Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu.

Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.

Pada awal masa penjajahan Jepang (1942-1945), pemerintah Jepang sempat tidak memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk "mengamankan" keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada Gerakan 3A dengan tokohnya Shimizu dan Mr. Syamsuddin yang kurang begitu populer.

Namun akhirnya, pemerintahan pendudukan Jepang memperhatikan dan sekaligus memanfaatkan tokoh tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta dan lain-lain dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI dan PPKI, tokoh tokoh seperti Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H Mas Mansyur dan lain lainnya disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang melakukan gerakan bawah tanah seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.
Soekarno diantara Pemimpin Dunia.JPG

Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerjasama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri.

Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, diantaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok Peristiwa Rengasdengklok.

Pada tahun 1943, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada bulan Agustus 1945, ia diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri.

Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang,antara lain dalam kasus romusha.

Masa Revolusi

Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI,Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi), Panitia Kecil yang terdiri dari sembilan orang/Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI, Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945; Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air Peta Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan moment tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan tanggal turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan oleh KNIP.Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah peristiwa Lapangan Ikada dimana 200.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap.

Pada saat kedatangan Sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Sir Phillip Christison, Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Namun akibat provokasi yang dilancarkan pasukan NICA (Belanda) yang membonceng Sekutu. (dibawah Inggris) meledaklah Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan gugurnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby.

Karena banyak provokasi di Jakarta pada waktu itu, Presiden Soekarno akhirnya memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Diikuti wakil presiden dan pejabat tinggi negara lainnya.

Kedudukan Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara (presidensiil/single executive). Selama revolusi kemerdekaan,sistem pemerintahan berubah menjadi semi-presidensiil/double executive. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. Hal itu terjadi karena adanya maklumat wakil presiden No X, dan maklumat pemerintah bulan November 1945 tentang partai politik. Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis.

Meski sistem pemerintahan berubah, pada saat revolusi kemerdekaan, kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting, terutama dalam menghadapi Peristiwa Madiun 1948 serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda. Meskipun sudah ada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ketua Sjafruddin Prawiranegara, tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya, hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda.

Masa kemerdekaan
Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada Mr Assaat, yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. Mandat Mr Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Ir. Soekarno. Resminya kedudukan Presiden Soekarno adalah presiden konstitusional, tetapi pada kenyataannya kebijakan pemerintah dilakukan setelah berkonsultasi dengannya.

Mitos Dwitunggal Soekarno-Hatta cukup populer dan lebih kuat dikalangan rakyat dibandingkan terhadap kepala pemerintahan yakni perdana menteri. Jatuh bangunnya kabinet yang terkenal sebagai "kabinet semumur jagung" membuat Presiden Soekarno kurang mempercayai sistem multipartai, bahkan menyebutnya sebagai "penyakit kepartaian". Tak jarang, ia juga ikut turun tangan menengahi konflik-konflik di tubuh militer yang juga berimbas pada jatuh bangunnya kabinet. Seperti peristiwa 17 Oktober 1952 dan Peristiwa di kalangan Angkatan Udara.
Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, menyebabkan presiden Soekarno, pada tahun 1955, mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika. Ketimpangan dan konflik akibat "bom waktu" yang ditinggalkan negara-negara barat yang dicap masih mementingkan imperialisme dan kolonialisme, ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang merubah peradaban, ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam pemecahan konflik juga menjadi perhatiannya. Bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan), U Nu, (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) ia mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Berkat jasanya itu, banyak negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. Namun sayangnya, masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah, yang masih dikuasai negara-negara kuat atau adikuasa. Berkat jasa ini pula, banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan Indonesia.
Guna menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif dalam dunia internasional, Presiden Soekarno mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara. Di antaranya adalah Nikita Khruschev (Uni Soviet), John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat), Fidel Castro (Kuba), Mao Tse Tung (RRC).

Masa-masa kejatuhan Soekarno dimulai sejak ia "bercerai" dengan Wakil Presiden Moh. Hatta, pada tahun 1956, akibat pengunduran diri Hatta dari kancah perpolitikan Indonesia. Ditambah dengan sejumlah pemberontakan separatis yang terjadi di seluruh pelosok Indonesia, dan puncaknya, pemberontakan G 30 S, membuat Soekarno di dalam masa jabatannya tidak dapat "memenuhi" cita-cita bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera.
Sakit hingga meninggal
Soekarno sendiri wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Wisma Yaso, Jakarta, setelah mengalami pengucilan oleh penggantinya Soeharto. Jenazahnya dikebumikan di Kota Blitar, Jawa Timur, dan kini menjadi ikon kota tersebut, karena setiap tahunnya dikunjungi ratusan ribu hingga jutaan wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Terutama pada saat penyelenggaraan Haul Bung Karno.

Peninggalan
Pada tanggal 19 Juni 2008, Pemerintah Kuba menerbitkan perangko yang bergambar Soekarno dan presiden Kuba Fidel Castro.[2] Penerbitan itu bersamaan dengan ulang tahun ke-80 Fidel Castro dan peringatan "kunjungan Presiden Indonesia, Soekarno, ke Kuba".

Penamaan
Nama lengkap Soekarno ketika lahir adalah Kusno Sosrodihardjo.[3] Ketika masih kecil, karena sering sakit-sakitan, menurut kebiasaan orang Jawa[rujukan?]; oleh orang tuanya namanya diganti menjadi Soekarno[rujukan?]. Di kemudian hari ketika menjadi Presiden R.I., ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda)[rujukan?]. Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah[rujukan?].

Sebutan akrab untuk Ir. Soekarno adalah Bung Karno.

Achmed Soekarno

Di beberapa negara Barat, nama Soekarno kadang-kadang ditulis Achmed Soekarno. Hal ini terjadi karena ketika Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat, sejumlah wartawan bertanya-tanya, "Siapa nama kecil Soekarno?" karena mereka tidak mengerti kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia yang hanya menggunakan satu nama saja atau tidak memiliki nama keluarga. Entah bagaimana, seseorang lalu menambahkan nama Achmed di depan nama Soekarno. Hal ini pun terjadi di beberapa Wikipedia, seperti wikipedia bahasa Ceko, bahasa Wales, bahasa Denmark, bahasa Jerman, dan bahasa Spanyol.

Sukarno menyebutkan bahwa nama Achmed di dapatnya ketika menunaikan ibadah haji.[4]

Dan dalam beberapa versi lain, disebutkan pemberian nama Achmed di depan nama Sukarno, dilakukan oleh para diplomat muslim asal Indonesia yang sedang melakukan misi luar negeri dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan negara Indonesia oleh negara-negara Arab.

Entri Populer